infokendari.com — Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah SPBU di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu malam (19/9/2026).
Setelah beberapa pekan dipenuhi antrean kendaraan yang mengular panjang, malam ini suasana justru tampak jauh lebih lengang. Hanya beberapa kendaraan roda dua dan roda empat terlihat menunggu giliran mengisi BBM.
Kondisi tersebut terlihat di kawasan SPBU Teratai dan SPBU Tipulu, Kemaraya, Kendari Barat. Ruas jalan yang sebelumnya kerap dipadati kendaraan hingga memanjang ke badan jalan, kini kembali relatif lapang.
Perubahan suasana ini terjadi sehari setelah Pemerintah Kota Kendari melalui Satuan Polisi Pamong Praja melakukan sosialisasi kepada pedagang BBM eceran di sekitar kawasan SPBU, Jumat malam (18/9/2026).
Dalam sosialisasi tersebut, pedagang yang masih memiliki stok BBM diminta menghabiskan dagangannya dan selanjutnya tidak kembali berjualan di sekitar kawasan SPBU.
Langkah pemerintah dilakukan secara persuasif sebagai tahapan awal sebelum penertiban. Para pedagang diberikan ruang untuk memahami aturan sekaligus menyesuaikan aktivitas usahanya agar tetap berlangsung secara tertib.
Kini, perubahan itu mulai terlihat di lapangan. Antrean yang sebelumnya menjadi rutinitas malam warga Kendari perlahan menghilang.
Bagi masyarakat, kondisi ini bukan sekadar soal panjang atau pendeknya antrean. Di balik setiap kendaraan yang mengular, ada waktu kerja yang tertunda, aktivitas keluarga yang terganggu, hingga mobilitas warga yang ikut tersandera.
Malam ini, jalanan di sejumlah SPBU kembali lebih lengang.
Warga tentu berharap, suasana tersebut bukan sekadar perubahan sesaat, melainkan awal dari kembalinya layanan BBM yang normal, tertib, dan tidak lagi membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar.




