Daerah

Program NTPD 112 Wali Kota Diminati Masyarakat Kendari

28
×

Program NTPD 112 Wali Kota Diminati Masyarakat Kendari

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat meninjau Call Center 112

Kendari – Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) Call Center 112 Kota Kendari yang menjadi inovasi Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran., SKM menunjukan trend positif dari masyarakat Kota Kendari. Hal ini dapat dilihat dari laporan resmi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari menunjukkan peningkatan kualitas layanan sekaligus tingginya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan darurat. Selasa (02/12/2025).

Layanan yang diluncurkan Wali Kota Siska pada bulan juni ditahun ini mencatat total panggilan masuk sepanjang November 2025 sebanyak 3.218 dengan rincian, 2.527 panggilan valid atau sebesar 79% sedang 691 panggilan tidak valid atau 21%.

Sahuriyanto Meronda, Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari mengatakan bahwa peningkatan laporan valid menunjukkan trend positif dimana semakin banyak warga yang memanfaatkan kanal darurat ini secara tepat.

“Call Center 112 semakin dipercaya masyarakat. Data bulan November memperlihatkan bahwa laporan valid mendominasi, ini menandakan kesadaran warga terhadap layanan darurat semakin baik. Namun kami tetap mengimbau agar masyarakat tidak melakukan prank call karena sangat mengganggu penanganan laporan yang sifatnya mendesak,” Jelasnya.

Jenis kejadian yang paling sering dilaporkan adalah gangguan PLN dengan 27 tiket laporan, urutan kedua laporan mengenai penebangan pohon sebanyak 22 aduan sedang laporan mengeni lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebanyak 15 aduan. Laporan lainnya meliputi gangguan ketertiban warga, tawuran, hingga pohon tumbang.

“PLN menindaklanjuti seluruh laporan gangguan listrik yang masuk. DLHK menyelesaikan 14 dari 24 laporan penanganan pohon, sementara Dinas Perhubungan menyelesaikan 9 dari 18 laporan perbaikan LPJU. Instansi lain seperti BPBD, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan turut melakukan penanganan sesuai jenis laporan yang masuk.” Jelas Sahuriyanto.

Sahuriyanto menegaskan bahwa, evaluasi rutin akan terus dilakukan untuk memperkuat kualitas layanan, termasuk mempercepat respons lintas instansi dan menekan angka panggilan tidak valid.

Menurutnya secara keseluruhan dari 118 tiket laporan yang diterbitkan, 95 di antaranya telah selesai ditindaklanjuti, sementara 23 laporan masih dalam proses penyelesaian. Beberapa laporan juga dinyatakan tidak sesuai dengan tugas instansi tujuan sehingga memerlukan koordinasi lebih lanjut.

“Kominfo bersama seluruh instansi terkait terus berkomitmen meningkatkan kecepatan penanganan. Kami berharap masyarakat tetap menjadikan 112 sebagai kanal utama dalam keadaan darurat. Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan warga akan membuat layanan ini semakin optimal,” tutupnya.

Terakhir mantan Kadis Pertanian tersebut mengatakan laporan November ini akan menjadi bahan evaluasi Pemkot Kendari dalam penguatan sistem layanan darurat yang lebih responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan warga.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan saat peluncurannya mengatakan bahwa layanan 112 memungkinkan warga menghubungi satu nomor untuk menangani situasi darurat, seperti kebakaran, kecelakaan, dan gangguan keamanan.

“Kami ingin meletakkan fondasi pelayanan publik yang kuat dan cepat. Call Center 112 adalah wujud nyata komitmen kami terhadap keselamatan dan kenyamanan warga Kendari,” ujar Siska pada Selasa (10/06/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *